Pemuda Islamยท3 menit membaca

GENERASI REBAHAN ATAU GENERASI BERIMAN?

Zaman boleh berubah, namun prinsip Islam tetap abadi. Mari berbenah diri menjadi generasi beriman yang melek digital namun tetap menjaga taat kepada Allah SWT.

Azwa
Azwa
ยทFounder
Bagikan:
Seorang pemuda muslim sedang merenung dengan tenang di depan laptop dengan suasana hangat
Menjaga keimanan di tengah arus digital | Dok. Upiman

Di era yang sering disebut zaman now, segalanya terasa serba cepat dan instan. Informasi datang tanpa henti, teknologi berkembang pesat, dan gaya hidup manusia pun berubah drastis. Namun, di tengah kemajuan ini, seorang Muslim ditantang untuk tetap teguh memegang nilai-nilai iman dan akhlak yang diajarkan Islam. Jadi, di zaman now atau di zaman tantangan iman ini, kita harus terus hidup berprinsip menjadi generasi beriman di tengah arus modernitas para generasi rebahan.

Mungkin ada sedikit pernyataan di zaman sekarang, yang bisa menyadarkan kita semua. Stop normalisasi hidup tanpa prinsip islam, dan mari berbenah bersama.

Dunia yang Semakin Terbuka, Tapi Hati Semakin Tertutup#

Zaman modern membawa kemudahan luar biasa: media sosial, kecerdasan buatan, hingga gaya hidup digital. Tapi sayangnya, kemudahan itu sering membuat manusia menjadi sering rebahan serta lupa pada esensi kehidupan. Banyak yang sibuk mencari pengakuan di dunia maya, tetapi lupa mencari ridha Allah di dunia nyata.

Rasulullah ๏ทบ pernah bersabda:

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุณูŽูŠูŽุฃู’ุชููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุณูŽู†ูŽูˆูŽุงุชูŒ ุฎูŽุฏูŽู‘ุงุนูŽุงุชู ูŠูุตูŽุฏูŽู‘ู‚ู ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจู ูˆูŽูŠููƒูŽุฐูŽู‘ุจู ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ุตูŽู‘ุงุฏูู‚ู ูˆูŽูŠูุคู’ุชูŽู…ูŽู†ู ูููŠู‡ูŽุง ุงู„ู’ุฎูŽุงุฆูู†ูโ€ฆ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuย berkata,ย Rasulullah ๏ทบ bersabda:ย โ€œAkanย datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianatโ€ฆ (HR. Ahmad)

Hadits ini terasa begitu nyata di zaman sekarang. Nilai benar dan salah sering kali kabur, terganti oleh tren dan opini publik. Segala keburukan dinormalisasikan, begitupun kebaikan-kebaikan terhempas entah ke mana.

Iman di Tengah Godaan Dunia Digital#

Media sosial menjadi ladang ujian baru bagi umat Islam. Riyaโ€™ (pamer), ghibah, fitnah, hingga kecanduan dunia maya, itu semuanya dapat mengikis iman perlahan tanpa disadari.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berkalam:

โ€ฆ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุชู‘ูŽุจูุนู ุงู„ู’ู‡ูŽูˆูฐู‰ ููŽูŠูุถูู„ู‘ูŽูƒูŽ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุจููŠู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูโ€ฆ

โ€ฆDan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allahโ€ฆ

(QS. Shad: 26)

Seorang Muslim yang cerdas tidak hanya pintar menggunakan teknologi, tetapi juga bijak mengendalikannya. Ia sadar bahwa setiap โ€œklikโ€ dan โ€œpostโ€ akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Jadi, mari lebih berhati-hati wahai generasi beriman!

Menjadi Generasi Beriman atau Rabbani di Zaman Modern#

Islam tidak melarang kemajuan. Justru, Islam mendorong umatnya untuk menjadi yang terbaik dalam ilmu dan akhlak. Namun, kemajuan sejati bukanlah sekadar kecanggihan teknologi, melainkan kematangan spiritual. Apalagi perihal paham akan Al-Qurโ€™an dan As-Sunnah.

Generasi zaman now seharusnya menjadi generasi Beriman, atau bisa disebut juga generasi Rabbani. Mereka itu adalah generasi yang melek digital tapi tetap taat syariat. Mereka berkarya, berprestasi, dan berinovasi dengan niat ibadah, bukan sekadar mencari sensasi apalagi yang marak di zaman now nih, mencari followers atau subscribers.

Kembali ke Hati, Kembali ke Allah#

Modernitas tidak boleh membuat kita kehilangan arah. Saat dunia semakin ramai, tenangkan diri dalam sujud. Saat banyak yang sibuk mengejar viral, kita tetap memilih menjadi orang yang diridhai Allah.

Karena sejatinya, ukuran sukses seorang Muslim bukanlah seberapa banyak pengikutnya, tetapi seberapa dekat hatinya dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Jadi guys, zaman boleh berubah, tapi prinsip Islam tetap abadi. Jangan biarkan modernitas membuat kita kehilangan jati diri. Jadilah Muslim yang up to date dalam ilmu tapi tetap taat dalam iman, jadilah muslim yang senantiasa beriman, bukan muslim rebahan ya. Sebab, kemajuan sejati bukan ketika dunia mengenal kita, melainkan ketika Allah meridhai kita. Gass ke ridha Allah!

Azwa

Azwa

Founder

Sepasang kekasih yang belajar mencintai tanpa melanggar batas-Nya. Bagi mereka, menulis adalah bahasa cinta yang suci โ€” doa agar setiap kisah berlabuh di jalan yang diridhai Allah

Komentar Pembaca

Diskusi, masukan, dan faedah seputar artikel ini

0Tanggapan

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

(HR. Al-Bukhari & Muslim) — Mari saling bertukar ilmu dan nasihat dengan tutur kata yang santun, sejuk, dan beradab.

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan pandangan atau faedah yang bermanfaat untuk pembaca lainnya.

Tinggalkan Komentar

Komentar akan ditinjau oleh redaksi sebelum ditampilkan ke publik untuk menjaga kenyamanan bersama.

Email dijaga kerahasiaannya dan tidak akan dipublikasikan.

0 / 1000

Hitung penjumlahan dasar berikut untuk membuktikan Anda manusia:

3+4=
Komentar yang santun mencerminkan kemuliaan akhlak.

Rekomendasi Bacaan

Lanjutkan membaca tulisan berbobot lainnya untuk memperkaya wawasan

Semua Tulisan