Muslimah·3 menit membaca

Wanita Juga Istimewa

Sering merasa peran sebagai wanita muslimah itu berat? Padahal, Islam telah memberikan kedudukan yang sangat istimewa dan penuh kemuliaan. Mari muhasabah diri bersama.

Azwa
Azwa
·Founder
Bagikan:
Seorang wanita muslimah sedang tersenyum teduh dengan latar belakang pemandangan yang menenangkan dan islami.
Wanita muslimah dalam balutan hijab yang anggun dan santun | Dok. Upiman

Menyinggung soal wanita, banyak orang bilang bahwa hati wanita lebih sensitif dibanding pria. Ternyata Allah telah menganugerahi kepada mereka banyak kelebihan baik dari segi fisik maupun rohani. Wanita identik dengan kelembutan dan kehalusan. Air mata mereka adalah suatu kewajaran, sebuah standar ketika hatinya mengeluh dan sebuah gejolak ketika hatinya tersapu haru.

Mungkin kita dari kaum Hawa pernah merasakan susah menjadi wanita muslimah. Seperti ini gambaran dalam benak kita:

  • Aurat wanita lebih susah dijaga banding aurat lelaki.
  • Wanita perlu meminta izin kepada suaminya apabila mau keluar rumah. Tetapi tidak sebaliknya.
  • Wanita, persaksiannya kurang dibanding lelaki.
  • Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
  • Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. Taruhannya adalah nyawa.
  • Wanita wajib taat kepada suaminya (dalam hal kebaikan) tetapi suaminya tidak harus selalu taat.
  • Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
  • Wanita kurang dalam beribadah karena masalah haid dan nifas yang tidak ada pada lelaki.

Mungkin itu gambaran dalam benak kita, hihihi. Tetapi wahai wanita muslimah yang disayangi Allah, pernahkah kita lihat sebaliknya?

  • Jika mereka mengatakan bahwa wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki, bukankah - dipermisalkan – seperti sebuah benda mahal harganya yang dijaga serta disimpan di tempat teraman & terbaik? Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan berserakan bukan? Itulah analogi seorang wanita dalam Islam.
  • Wanita perlu taat para suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3x lebih taat / utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?
  • Wanita menerima warisan kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya. Sebaliknya manakala lelaki menerima warisan, ia perlu dan wajib menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya.
  • Bukan karena wanita lebih rendah, tapi karena Islam ingin adil sesuai peran dan kondisi masing-masing. Dalam urusan yang dulu lebih sering dipegang laki-laki, dua wanita disandingkan agar bisa saling menguatkan dan menjaga kebenaran kesaksian. Jadi, ini bukan soal nilai, tapi soal keadilan yang mempertimbangkan perbedaan peran dan tanggung jawab.
  • Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia dido’akan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini. Dan apabila ia meninggal karena melahirkan, maka ia adalah syahid.
  • Hak talak di tangan suami bukan untuk menindas, tapi untuk menyeimbangkan tanggung jawab. Yang memegang kendali rumah tangga juga yang memikul beban paling besar jika berpisah. Sementara istri tetap dijaga haknya lewat mekanisme lain yang adil dan melindungi martabatnya. Dalam Islam pun ada Khulu’ untuk para istri.

Khulu’ adalah perceraian dari pihak istri.

  • Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung jawabkan terhadap 4 wanita; Istri, ibu, anak perempuan, dan saudara perempuannya. Sebaliknya seorang wanita tanggung jawabnya ditanggung oleh 4 lelaki; Suami, ayah, anak lelaki, dan saudara lelakinya.
  • Seorang wanita boleh memasuki surga melalui pintu surga mana pun yang ia sukai cukup dengan 4 syarat; Sholat 5 waktu, puasa bulan Ramadhan, taat pada suami, dan menjaga kehormatannya.
  • Seorang lelaki perlu berjihad fi sabilillah, tetapi jika wanita taat pada suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Allah diapun menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang Fi sabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

MasyaAllah, demikian sayangnya Allah kepada wanita. Karena itu sebagaimana sabda baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Ad-dunya mata’un wa khoiru mata’iha Al-Mar’ah Sholihah.

Yang artinya: Dunia adalah perhiasan. Dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah. (Shahih Muslim #2668).

Itu kamu kan wahai wanita muslimah? Yuk berlomba-lomba menjadi si ‘As-Sholihah’ itu yuk cantik! Wanita shalihah yang dirahmati Allah ta’ala.

Topik:#Muslimah
Azwa

Azwa

Founder

Sepasang kekasih yang belajar mencintai tanpa melanggar batas-Nya. Bagi mereka, menulis adalah bahasa cinta yang suci — doa agar setiap kisah berlabuh di jalan yang diridhai Allah

Komentar Pembaca

Diskusi, masukan, dan faedah seputar artikel ini

0Tanggapan

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”

(HR. Al-Bukhari & Muslim) — Mari saling bertukar ilmu dan nasihat dengan tutur kata yang santun, sejuk, dan beradab.

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan pandangan atau faedah yang bermanfaat untuk pembaca lainnya.

Tinggalkan Komentar

Komentar akan ditinjau oleh redaksi sebelum ditampilkan ke publik untuk menjaga kenyamanan bersama.

Email dijaga kerahasiaannya dan tidak akan dipublikasikan.

0 / 1000

Hitung penjumlahan dasar berikut untuk membuktikan Anda manusia:

3+4=
Komentar yang santun mencerminkan kemuliaan akhlak.

Rekomendasi Bacaan

Lanjutkan membaca tulisan berbobot lainnya untuk memperkaya wawasan

Semua Tulisan